CERITA TENTANG KEHIDUPANKU

 21-02-1998 Bandung     

        Orang Tuaku mereka berdua bekerja siang dan malam , Sejak lahir aku di rawat oleh Bibiku atau oleh Nenekku. Setelah aku masuk Sekolah Dasar Bibiku sudah tidak merawatku lagi karna Beliau menikah. Orang Tuaku selalu bertengkar dan aku sering kena marah ataupun pukulan dari mereka. Mamahku sering menuntut supaya aku selalu mendapatkan nilai tertinggi disekolah , aku jarang bermain keluar rumah karna dilarang oleh Mamahku. Terkadang aku sering menyelinap keluar rumah karna ingin bermain bersama teman-teman dan ketika pulang kerumah Mamahku langsung memarahiku dan memukulku.           
       
  Aku orangnya penakut ketika Mamah atau Papahku ke toilet atau ke dapur aku selalu mengikuti mereka dan menunggu disana sampai mereka selesai. Aku takut sendirian bahkan waktu itu ketika aku tertidur lalu terbangun pada malam hari aku memanggil Mamah dan Papahku tetapi tidak ada siapapun dirumah , Aku coba ke bawah pintu rumah di kunci. Aku sudah sangat ketakutan waktu itu sampai sampai aku nekat untuk lompat dari lantai 2 untuk mencari Papahku tetapi aku jatuh pingsan dan ketika bangun disana sudah ada Mamah Papahku dan Tukang Pijat yang sedah memijat kakiku , Mamahku menangis dan memarahi Papahku sejak kejadian itu mereka hampir setiap hari bertengkar dan yang jadi korbannya.  Ketika aku menginjak SMP aku ingin bersekolah di pedasaan dan tinggal bersama Bibiku yang merawatku waktu aku masih Bayi. Tetapi setelah beberapa bulan sekolah disana terjadi Bencana Alam Gempa Bumi yang menghancurkan banyak Rumah , Jalan dll. Hal itu membuatku trauma dan ingin pindah sekolah bersama Orang Tuaku di Kota. Orang Tuaku masih saja sering bertengkar , dan ketika aku menginjak kelas 2 SMP hal yang tidak diingikan pun terjadi. Ya itu adalah Perceraian Kedua Orang Tuaku Aku tidak menangis sedikitpun karna tidak tahu apa arti dari Perceraian. Mamahku bertanya padaku , " Kamu mau ikut sama siapa ? sama Mamah atau Papa ? " lalu Aku jawab , " Aku ikut sama Mamah " Aku tidak terlalu dekat sama Papahku jarang sering memerhatikan aku , dia selalu memerhatikan Anak orang lain daripada Anaknya sendiri. Mamahku membawaku ke rumah Bibiku di Desa , lalu aku dititipkan bersama Bibiku dan sekolah disana , sedangkan Mamahku dia bekerja keluar Kota untuk biaya sekolahku.
        Hidupku berubah sejak itu aku jarang bertemu dengan Mamahku apalagi dengan Papahku tidak sama sekali selama aku tinggal di Desa, Setelah aku lulus SMP aku memutuskan untuk kembali ke Kota dan tinggal di rumah Papahku, Aku dijemput sama teman semasa kecilku untuk pulang ke Kota kerumah Papahku, selama di perjalanan Teman ku Bertanya padaku " Hey, Apa kamu tau kalau Papahmu sudah Menikah lagi ? " aku jawab " Hah serius ? aku tidak tau soal itu ". " Ya kamu liat sendiri atau tanyakan saja nanti " ujar temanku. Sesampai Di Kota ternyata benar Papaku sudah menikah lagi , dan yang parahnya aku tidak tahu soal itu , aku sempat berfikir " apa aku masih di anggap sebagai Anaknya ", Ya tapi aku tidak terlalu peduli soal itu. Aku tidak tinggal bersama Papahku aku tinggal dengan Nenekku , Ya karna Papahku sudah mempunyai keluarga baru dan tidak ingin aku tinggal bersamanya, Bahkan sewaktu aku mau daftar untuk masuk SMA Papahku tidak perduli dan hanya berkata " Ya sudah kamu daftar sendiri saja nanti Papah kasih uang daftarnya , Papah sibuk harus pergi bekerja ", Ya hari hariku semasa SMA sangat buruk , Aku sering bolos dan sering di Bully. Ketika pulang sekolah aku tidak pernah belajar dirumah ataupun mengerjakan tugas disekolah , yang kulakukan hanya pergi di warnet dan bermain game. Aku hanya bertemu Papahku ketika pagi hari aku mau berangkat sekolah selebihnya tidak pernah, Pada suatu hari aku bertemu dengan Om ku ketika aku mau pergi ke warnet dia memarahiku sambil berkata " Ke warnet mulu ngabisin uang , Bukannya beliin makanan atau apa malah di pake ke warnet " ujar beliau, aku hanya tidak membalas perkataannya.

       
                                                                                                                                                     
  


 

 

Comments